Mahasiswa KPMT 04 Adakan Cooking Class Makanan Sehat Untuk Cegah Stunting

Pencegahan dalam kasus stunting bisa dilakukan dengan beberapa cara, salah satunya adalah dengan makanan sehat dan bergizi, melihat hal tersebut mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPMT) 04 Staimas Wonogiri, menyelenggrakan sosialisasi mengenai stunting dan cooking class.

Kegiatan ini menghadirkan Ruslina Dwi Wahyuni, S.Sos., M.A.P, Dosen Hukum Tata Negara Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (STAIMAS) Wonogiri, dan Chef Witri. Dalam kesempatan tersebut Ruslina menyampaikan akan bahayanya stunting menjadi permasalahan yang masih belum teratasi secara optimal di Kabupaten Wonogiri, “Sejak awal dari pemerintah Kabupaten Wonogiri meminta mahasiswa KKN untuk membantu di permasalahan stunting,” jelasnya.

Lina, yang juga Dosen Pembimbing Lapangan ini juga kegiatan ini memberikan pemahaman bagi ibu-ibu dan juga calon ibu di Desa Gambirmanis untuk menjaga pola makan,
“Terutama untuk nutrisi makanan sehari-hari,” terangnya.

Salah satu cara agar nutrisi bisa terjaga dengan baik adalah membuat makanan yang menarik, utamanya bagi anak-anak, “Biasanya anak-anak itu suka dengan tampilan makanan yang menarik, itu poin utamanya,” jelas Ruslina.

Meski menarik, lanju Lina, makananannya harus memiliki nutrisi yang baik dan benar, “Jangan tampilannya bagus, menarik, tapi gag ada nutrisinya,” ucap dosen yang juga penggiat antikorupsi ini.

Oleh karena itu, Ruslina juga mengajak chef Witri, untuk memberikan edukasi kepada ibu-ibu untuk membuat makanan yang enak, menarik dan juga bergizi, “Ini saya mengajak rekan saya, nanti akan diajari bagaimana membuat makanan yang bergizi,” kata Lina dihadapan ibu-ibu PKK Desa Gambirmanis.

Dalam kesempatan tersebut, Witri, mengajak ibu-ibu untuk membuat berbagai makanan, kreasi seperti makanan lokal yang berbahan utama singkong yang diparut dan dibuat bola-bola kecil warna warni dan diberi kuah santan. Sedang menu kedua adalan nugget sayur yang berbahan utama daging ayam, serta sayur (bayam dan wortel).

Witri berharap, nantinya ibu-ibu bisa mempraktekan di rumah masing-masing dan bisa memberikan makanan ini kepada anak-anak dan dimakan oleh keluarga. “Bahan olahan ini semuanya bergizi, ayok kita buat sendiri di rumah masing-masing,” ajaknya kepada ibu-ibu.

Witri juga meminta, semoga kedepan kreasi ini tidak hanya untuk menanganai kasus stunting tapi juga bisa mengubah pola hidup masyarakat di Desa Gambirmanis dan mengubah hidup agar lebih sehat. (hnf/yos)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top