Sambangi SDN III Pijiharjo, Kelompok 3 KPMT STAIMAS Wonogiri Kenalkan Batik Ecoprint kepada Siswa

WONOGIRI – Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti Wonogiri yang di tugaskan dalam Kuliah Pengbdian Masyarakat di Desa Pijiharjo melaksanakan program kerja di SDN III Pijiharjo yakni Batik Ecoprint dengan Teknik Pounding, Sabtu (29/07/2023)

Batik ecoprint merupakan salah satu jenis batik yang metode pembuatannya dengan memanfaatkan pewarna alami dari zat warna daun, akar atau barang yang diletakan pada sehelai kain. Dalam pembuatan batik ecoprint bisa dilakukan dalam 2 metode yaitu metode iron blanket dan metode pounding

Dalam program kerjanya kelompok III memilih menggunakan metode pounding dikarenakan lebih mudah diterapkan pada anak-anak. Teknik eco pounding yaitu Teknik mentransfer pigmen warna daun ke kain dengan cara dipukul menggunakan alat pemukul, teknik eco pounding tidak perlu direbus karena transfer pigmen warna sudah didapat melalui proses pukul atau tumbuk pada daun ke bahan kain. 

Ferdila penanggung jawab proker pelatihan batik ecoprint menuturkan, dengan perkembangan era saat ini mulai kenal ecoprint, yakni dengan memanfaatkan bahan organic yang zat warnanya dapat digunakan untuk membuat batik. 

“prinsip pembuatannya pun sangat mudah melalui kontak langsung antara daun, bunga, batang atau bagian tubuh tumbuhan lain yang mengandung pigmen warna dengan media kain tertentu,”ungkapnya.

Irfan Misbahudin wakil coordinator kelompok III menambahkan, pada kegiatan ini kami mengajarkan anak-anak dengan menggunakan tas totebag yang berwarna putih polos untuk menjadi lembaran kain yang digunakan dalam batik ecoprint.

“Teknik pounding ini kami pilih karena selain menambah kreatifitas anak-anak juga mengajarkan kesabaran dan mereka lebih teliti,” terangnya.

Sutiyati, S.Pd selaku Kepala Sekolah SDN III Pijiharjo merasa sangat senang dan bersyukur, karena mahasiswa KPMT STAIMAS Wonogiri mau membagi ilmunya kepada anak-anak kelas 5&6. “Dengan adanya mahasiswa KPMT menyelenggarakan pelatihan ecoprint di SD kami bisa menjadi ajang kreatifitas anak-anak dan mengajari anak-anak memanfaatkan tumbuhan disekitarnya dijadikan sesuatu barang yang berharga dan memiliki nilai jual”. 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top