Penanggulangan Krisis Air Bersih Jadi Prioritas Program Kerja KPMT Desa Gambirmanis

Mahasiswa KPMT Kelompok 4 yang diterjunkan di Desa Gambirmanis, melakukan peninjauan program kerja unggulan, yaitu Penanggulangan krisis air bersih di 2 Dusun yang berada di Desa Gambirmanis, tepatnya Dusun Tileng, dan Dusun Bakalan, didampingi langsung oleh Ruslina Dwi Wahyuni, selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) kelompok 4, pada (Kamis 6/7/2023).  

Menurut informasi yang dari warga setempat program krisis air bersih pernah dilaksanakan,  namun program ini mangkrak  dan tampungan yang telah dibangun telah terbengkalai selama 4 tahun, mulai dari tahun 2019 sampai saat ini. 

Sebelumnya Nuranto, ketua kelompok dan Nunung Kurniadi, salah satu anggota kelompok, telah melakukan pemantauan di area sumber air yang akan dialirkan ke rumah-rumah warga. Keduanya  juga melakukan pengurasan (pumping). “Supaya air yang masuk ke tempat tampungan air (tandon) adalah air yang bersih, kita serta melakukan pengecekan tekanan serta debit airnya,” ucap Nuranto. 

Setelah melakukan pemantauan, hasilnya selama 2 jam lebih air masih dalam debit yang sama. “Setelah mereka mencoba mengalirkan air selama 24 jam dan kita pastikan debit air nya tidak berkurang,” sambungnya.

Nuranto menambahkan, di hari berikutnya mereka mengisi tampungan air yang ada sampai penuh selama kurang lebih 11 jam (tampungan air yang tersedia berukuran 30 m3). 

Air bersih yang akan dialirkan ke rumah-rumah warga Dusun Tileng dan Dusun Bakalan, sumber airnya diambil dari Desa Suci tepatnya Dusun Sumur, Pracimantoro. Sejak Sabtu (1/7/2023) pemantauan masih berlanjut sampai Kamis (6/7/ 2023). 

Pada hari tersebut, lanjut Nuranto, terpantau di bak tampungan air yang pertama (di Dusun Bakalan) debitnya sebesar 0,8 Liter, sedangkan di tampungan air yang kedua (di Dusun Tileng) hanya sebesar 0,3 L. 

“Ini Disebabkan adanya perbedaan yang sangat jauh, yang perlu dilakukan adalah menyiapkan pipa dan pompa untuk mendorong air dari tampungan pertama dan kedua, sehingga bisa dialirkan kerumah-rumah warga di Dusun Tileng dan Dusun Bakalan,” kata ketua kelompok 04 KPMT STAIMAS Wonogiri. 

Harapan dari Mahasiswa KPMT kelompok 4, kedepannya profram kerja ini dapat berjalan lancar, dan mendapatkan banyak dukungan dari banyak pihak, sehingga semua warga Dusun Tileng dan Dusun Bakalan, tidak perlu lagi membeli air tangki, dan air bersih bisa segera dinikmati untuk kebutuhan sehari-hari mereka dengan lebih leluasa. 

Ruslina Dwi Wahyuni, dosen pembimbing lapangan, menerangkan, mendukung program kerja anak didiknya, karena dinilai sangat tepat dengan kondisi di lapangan, “Saya mengapresiasi program kerja ini, kondisi di masyarakat memang membutuhkan air bersih,” tuturnya.

Dosen Hukum Tata Negara, menuturkan, akan terus mengawal program distribusi air bersih ini, “Pastinya ini akan kami kawal dan kita bantu wujudkan semampu kita,” terang Wanita yang juga mahasiswa doctor di Unisula Semarang ini. 

Acara peninjauan ini ditutup dengan mengalirkan air dari kran yang ada padatampungan tersebut kedalam sebuah gentong oleh Ibu Ruslina, dan diakhiri dengan foto bersama di area tampungan Dusun Bakalan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top