Pelatihan Menulis Kreatif dan Foto Produk, Mahasiswa KPM Tematik STAIMAS Semakin Tertantang Berkarya

Wonogiri-Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Tematik Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (STAIMAS) Wonogiri mengikuti Pelatihan Menulis Kreatif dan Foto Produk, Kamis (13/10/2022), di Ponpes Al Ibanah, Purwantoro.

Pelatihan itu sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa KPM Tematik yang sedang melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di Dusun Dangkrang dan Dusun Sambitileng, Kelurahan Purwantoro. KPM Tematik bertemakan Membangun Desa Kreatif dan Inovatif dalam Bidang Bisnis dan Kewirausahaan dengan Optimalisasi Digital Marketing di Kelurahan Purwantoro.
Hadir sebagai pembicara dosen Prodi KPI STAIMAS Wonogiri, Nadhiroh, S.Sos.I, M.I.Kom dan Tutut Nur Trias Wijayanti, SST, M.I.Kom. Pelatihan dipandu moderator Sekprodi Pendidikan Agama Islam (PAI), Maulana Iskandar, S.Pd, M.Pd.

Nadhiroh yang merupakan mantan wartawan SOLOPOS itu mengajak mahasiswa KPM Tematik STAIMAS rajin menulis, termasuk menyampaikan kegiatan pengabdian di masyarakat.

“Menulis bukan untuk pamer. Mari niati ibadah. Bisa digunakan untuk sosialisasi dan publikasi serta jalan berdakwah. Apalagi jika tulisan itu bermanfaat,” ujar Nadhiroh.

Menurut Nadhiroh, mahasiswa harus memperhatikan akurasi informasi yang akan disampaikan kepada publik. Dia menyebutkan di dalam menulis berita, sedikitnya mahasiswa menyebutkan unsur-unsur 5 W + 1 H. Yaitu, who, what, where, when, why dan how.

“Berbagai kegiatan di masyarakat yang akan diberitakan idealnya didukung foto yang menarik. Sehingga berita akan lebih hidup dan berbicara,” lanjutnya.

Tutut mengajak mahasiswa mengambil foto yang menarik baik untuk foto produk maupun sebagai pendukung berita. Dia menyampaikan perlunya persiapan sebelum memotret produk. Yaitu, ruangan atau tempat, background foto, pencahayaan, kamera ponsel, produk, properti dan model.

Tutut membagikan tips-tips untuk menghasilkan foto produk yang maksimal. Yaitu, menggunakan resolusi semaksimal mungkin, hindari penggunaan zoom, gunakan background yang sesuai, pencahayaan yang baik dan memanfaatkan fitur editing.

Dia menguraikan perbesaran gambar dengan fitur zoom hanya akan membuat foto menjadi pecah dan beresolusi rendah sehingga foto menjadi kurang tajam. Penggunaan background yang tepat akan menghasilkan foto yang lebih baik.
“Background polos akan membuat produk yang difoto terlihat lebih elegan. Background dengan aksesn senada dapat menonjolkan nilai dari produk yang difoto,” ujarnya.
Terkait pencahayaan, Tutut menyebutkan lampu duduk dapat digunakan dengan dipasang di kanan atau kiri produk. Selain itu, imbuhnya, dapat memanfaatkan cahaya matahari untuk hasil yang lebih alami. “Hindari penggunaan lampu flash pada smartphone karena justru akan merusak hasil tangkapan kamera,” jelasnya.

Mahasiswa KPM Tematik terlihat antusias mengikuti pelatihan. Mereka pun aktif bertanya dan praktik. Salah satu mahasiswa, Fadholi Ahmad Musthofa menanyakan perihal penyusunan dan pemilahan kata-kata dalam berita agar pembaca tertarik. Dia dan kawan-kawan juga bertekad menghasilkan foto-foto yang lebih baik.

“Sekarang jadi lebih tahu bagaimana supaya hasil foto lebih bagus,” ucap mahasiswa lainnya, Widya Ayuningtyas.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top